Pertanianixfpbddua’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

BAGIAN IX. BERCOCOK TANAM JAHE

1. MNGENAL JAHE

 

Para petugas penyuluh pertanian lapangan tidak bosan-bosannya menyampaikan pesan tentang pemanfaatan perkarangan rumah.

Salah satu pilihan adalah dengan mengusahakan jahe.

Berikut inipesan yang disampaikannya pada para warga kejar paket A “Sari Manis”. Pertemuan itu diselenggarakan disebuah saung pondok yang terletak di tengah kebun.

Ibu-ibu sekalian, marilah kita mengisi pertemuan ini dengan acara memanfaatkan pekarangan melalui penanaman jahe.

Tanaman jahe sebenarnya sudah di kenal oleh ibu-ibu sejak dulu, bukan ?

 

Namun upaya kita kurung memeperhatikan manfaat dari jenis tanaman jahe ini.

Mengapa kita memilih jenis tanaman jahe? Alasannya sederhana, karena sebagai tanaman pekarangan, jahe tidak meminta perhatian.

Tanaman jahe sudah dikenal sejak jaman dulu, namun daerah aslnya tidak diketahui secara pasti. Tingginya 30-100 cm. Akar tanaman jahe bercabang liat, berserat kasar, dan menjakar mendatar.

Bagian dalamnya berwarna kuning pucat, dan ada pula yang jingga. Tumbuhnya membentuk rumpun, denag batang yang lampai. Helai daunnya bertangkai pendek, atau berupa daun duduk. Bentuk daunnya lancip samapai menyurepai garis, Tanaman ad tiga jenis:   

a.       Jahe putih besar, dikenal dengan nama jahe badak atau jahe gajah. Akar umbinya berwarna kuning atau kuning muda, dan ukurannya besar. Rasa jahe ini kurang begitu tajam.

b.      Jahe putih kecil, ruasnya kecil dan agak rata sedikit mengembung.

c.       Jahe merah atau dikenak dengan nama jahe sunti. Akar umbinya berwarna merah tau jingga muda. Lebih kecil dari jahe putih kecil. Rasa jahe sunti sangat pedas, dan tajam.

 

2. MENYIAPKAN BIBIT

 

Penanamandan perbanyakan tanaman jahe dengan akr umbinya atau kalu sudah tua disebut rimpang. Setiap stek rimpang harus mempunyai tiga mata tunas. Panjang stek 3-7 cm. Untuk bibt tanaman, stek-stek tersebut disimpan terlebih dulu sekitar 3 bulan di tempat yang sejuk. Setelah disimpan tunas-tunas yang ditumbuh dipotong, dan siap untuk ditanam.

 

Mengolah tanah:

 

Sebelum jahe ditanam tanah dicangkul 1-2 jali, dibersihkan dari tanaman liar. Selanjutnya dibuat bedengan dengan tinggi 30-50 cm dengan ukuran bedengan 1-2 meter, jarak antara bedengan 30-45 cm.

Setelah bedengan siap, kita membuat lubang-lubang tanaman dengan jarak 30-40 cm.

 

3. PENANAMAN

 

Siapkan bedengan, ukuran: tebal atau tinggi 30-50 cm, lebar 100 cm, dan panjang200 cm. Jarak bedengan 30-45 cm. Buatlah lubang-lubang tanaman, jarak lubang tanaman 30-40 cm.

Setelah lubang-lubang tanaman siap kemudian kita beri pupk kandang sebanyak 1-2 kg tiap lubang. Stek-stek jahe yang telah disiapkan dibenamakan ke dalam lubang. Setiap lubang diisi satu stek.

   

4. PEMELIHARAAN DAN PEMUPUKAN

 

Penyiangan dilakukan beberapa kali. Terutama dlam bulan –bulan pertama pertumbuhan tanaman, ketika tanaman membentuk rumpun. Ini berarti tanaman mulai membentuk rimpang baru.

Untuk mendapatkan hasil yang baik tanaman jahe perlu dipupuk dengan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea, TSP dan Kcl).

 

5. PEMBERANTASAN PENYAKIT

 

Penyakit layu biasanya menyerang pangkal batang dan helai daun. Helai daun bagian bawah, mula-mula agak melipat sepanjang tulang daun. Setelah itu berwarna kekuning-kuningan, kemudian menyebar ke kelai daun bagian atas. Akhirnya seluruh daun berwarna kuning, pangkal batang membusuk, dan patah. Rimpang juga ikut membusuk. Jika rimpang dipotong melintang, dan dipijit akan keluar lendir. Pencegahan penyakit layu dengan jalan memilih bibit tanaman yang sehat, dan kulitnya tidak berkerut. Selain itu ada juga penyakit ulat penggerek. Penyakit ulat penggerek, dapat dicegah dengan penggunaan insektisida, misalnya thiodan. Dosisnya 1,5-2 cc per liter air.

Hati-hati menggunakan obat pembasmi serangga ini. Jangan ternakan, juangan dipermainkan oleh anak-anak. Simpanlah di tempat yang aman.

Tempat bekas insektisida jangan dicuci di kolam atau di sungai, lebih-lebih di sumur untuk minum.

Buatlah lubang. Bekas cucian insektisida buang ke lubang itu. Timbuni itu dengan tanah.

About these ads

February 8, 2008 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: